10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
–
Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
–
Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
–
Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
–
Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
–
Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/12/16/10-orang-meninggal-karena-kelaparan-di-suriah.html#sthash.2bqsYLnc.dpuf
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
10 orang meninggal karena kelaparan di Suriah
Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 06:00
DAMASKUS (Arrahmah.com)
– Sepuluh warga Suriah, termasuk delapan anak-anak meninggal karena
kelaparan akibat blokade rezim Assad di sebuah desa dekat ibukota Suriah
Damaskus, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Senin (15/12/2014).
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
Komisi Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi pada bulan Desember di desa Arbin Ghouta, yang berjarak sekitar lima mil (delapan kilometer) dari Damaskus.
Diduga blokade yang dikenakan oleh pasukan Assad mencegah masuknya pasokan medis dan bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut. Situasi itu semakin hari menjadi semakin buruk, terutama dengan banyaknya penyakit baru yang mulai muncul di desa tersebut, kata komisi itu.
Sekitar 216 orang, termasuk 150 anak-anak meninggal karena kelaparan di bawah pengepungan di wilayah Ghouta dalam dua tahun terakhir, tambahnya.
Komisi Revolusi Suriah menyerukan bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi para korban di daerah tersebut.
Lebih dari 190.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai, menurut hitungan PBB yang diterbitkan pada Agustus lalu.
Amnesty International memperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang telah dipaksa keluar dari rumah mereka; dan setidaknya empat juta dari mereka telah menjadi pengungsi, terutama di Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir.
18.46
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar